bisikan sayup pada bulan
lihat ia tersenyum malu
tatap dua insan dibawah remang sinarnya
hembusan angin
buat diri berhidik
lihat bulan tersipu
tatap genit dua insan
di atas rumput malam
sang bulan bermimpi
mimpi cerita tentang dua insan
tapaki kaki kehidupan
malam ini
bulan sembunyi
tutup sebagian diri pada awan
tak ada lagi dua insan
tak lagi kisah manis dua insan
sang bulan redup
sinarnya berhenti
pada sosok bunga di tepi jalan
dibalik tembok itu
tersimpan kisah
cercahan darah
menghiasi jalan
hanya ada batu
di antara rerumputan makam
Beranda
heii pembaca,
ini blog baruku
selamat Datang :)
Aku nulis hal-hal yang selama ini cuma kutulis di buku atau di share di facebook.
so...
beri kritik dan saran y,
makasih
cheer,
Ririn ^^
ini blog baruku
selamat Datang :)
Aku nulis hal-hal yang selama ini cuma kutulis di buku atau di share di facebook.
so...
beri kritik dan saran y,
makasih
cheer,
Ririn ^^
Minggu, 04 Desember 2011
Jumat, 11 November 2011
Semusim Mawar
Langit kelam
Tutup malam
bak selimut
nanti maut
lubang di hati
terlampau dalam
menyisahkan peluh
dalam duka
raga bergetir
tahan pedih dan air mata
kau buatku bertahan
rasakan detik
bagai semusim tak berlalu
Tutup malam
bak selimut
nanti maut
lubang di hati
terlampau dalam
menyisahkan peluh
dalam duka
raga bergetir
tahan pedih dan air mata
kau buatku bertahan
rasakan detik
bagai semusim tak berlalu
Langganan:
Komentar (Atom)